Jalan-Jalan Lagi

Jalan-Jalan Ke Sawahlunto Untuk Hadiri Festival Songket Silungkang 2019

Tak terasa masa cepat berlalu. Tak terasa dah dekat 2 minggu kami pulang dari Sawahlunto, Sumatera Barat Indonesia. Pada awal September yang lalu, kaknil dan anak-anak berkesempatan untuk hadir dalam event Carnival songket di Sawahlunto. Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival (SISSCa) nama event tersebut.

SISSCa 2019

Sungguh meriah dan banyak menampilkan kesenian serta kerajinan kain songket yang sangat cantik dari Sawahlunto. Kain songket merupakan hasil kerajinan tangan yang ditampilkan pada event tersebut. Kebetulan Sawahlunto telah dipilih sebagai kota heritage yang dipilih dunia. Sawahlunto banyak bangunan sejarah dan juga banyak meninggalkan jejak sejarah zaman dulu yang perlu kita lestarikan.

Kota Sawahlunto

Pada kesempatan itu kaknil dapat membawa bersama murid-murid daripada Sk Putrajaya Presint II (2) untuk turut sama memeriahkan event. Murid-murid menampilkan persembahan tarian melayu yang dipersembahkan dihadapan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia dan juga dihadapan bpk Walikota Sawahlunto. Sudah tentu pengalaman ini amatlah dinanti-nantikan sejak dulu lagi.

Bergambar bersama Bapak Walikota Sawahlunto

Selain persembahan tari-tarian daripada pelbagai kalangan masyarakat seperti murid-murid sekolah rendah, sekolah menengah mahupun orang awam, pada carnival tersebut juga disajikan dengan iring-iringan carnival hasil karya masyarakat yang berdasarkan kain songket. Acara tersebut digelar selama 3 hari dan kami hadir pada acara kemuncaknya. Sehari sebelum acara kemuncak ada acara pada malam harinya iaitu makan malam bersama bapak Walikota Sawahlunto dan juga para pejabat setempat. Pada malam itu juga ada persembahan artis dan juga tarian.

Acara pembukaan di Malam harinya

Sungguh meriah suasana ketika itu. Yang paling penting kami dapat menyaksikan sendiri keindahan budaya di Sawahlunto dan juga dapat mengambil pelajaran daripada kunjungan kali ini. Untuk pengetahuan anda Kota Sawahlunto berada sekitar 1 jam lebih kurang dari kota Solok dan lebih kurang 3 jam dari kota Padang Sumatera Barat.

Sawahlunto dahulunya adalah kota tambang batu bara. Dan ianya sekarang menjadi warisan sejarah yang perlu dilestarikan. Dan ianya termasuk kepada warisan dunia yang diikhtiraf oleh Unesco. Kota Sawahlunto termasuk kepada kota warisan dunia.

Makan malam bersama Bapak Walikota Sawahlunto

Selain daripada banyaknya bangunan-bangunan peninggalan sejarah kota Sawahlunto memiliki banyak kekayaan budaya berupa hasil kerajinan rakyat dibidang tenun seperti kain songket. Beruntung sekali kami dapat hadir dalam carnival tersebut. Kaknil membawa anak-anak untuk memperkenalkan kepada mereka keragaman budaya yang ada di Indonesia. Semoga dapat kembali ke Kota Sawahlunto suatu hari nanti. Aamiin.

Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail
Facebooktwitterlinkedinrssyoutube

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge
Protected by WP Anti Spam